TKW jadi bini BULE

sambungan dari, TKW jadi bini BULE (bagian 1)

link di bawah ini :

https://istribulebagus.wordpress.com/2016/03/03/tkw-jadi-bini-bule-3/

by : Ima Van Dam

Chritsmas Eve,

Jam 12 malam, ketika aku asyik bermain-main dg David dan Mandy (godson & goddaughternya Majikanku) aku mendengar Jenny memanggil kami untuk turun ke lantai 1 karena puncak pesta akan segera dimulai. Kamipun turun dan,

“quickly come here” kata jenny, dia memberikan aku kembang api dan berkata,

“Go and play with them” kata jenny sambil nunjuk ke arah gerombolan banyak orang di halaman depan pada nyalain kembang api.

Aku cuma senyum-senyum ingat waktu kecil di Kampung suka main kembang api waktu bulan Ramadhan. setelah beberapa waktu kami berkumpul di bawah pohon natal yg sudah tersedia banyak bungkusan hadiah di sekeliling pohon natal tersebut, lalu carol membagi-bagikan nomer (kayak arisan) dan aku juga dapat nomer, Jenny mengocok botol yg berisi nomer-nomer yg sama dg yg kami pegang, satu persatu gulungan kertas dalam botol itu di kocok dan sesuai dg nomer masing-masing boleh mengambil hadiah di bawah pohon natal, dan aku pun dapat nomer 19 ! pas aku buka hadiahnya sapu tangan sutera warna merah ! aku senaaang sekali karena seumur-umur baru kali ini dapat hadiah pesta. Kocokan nomer habis semua hadiah berakhir dg masing pemegang nomer pesta pun berakhir, tamu-tamu pada pulang hanya kerabat dekat Jenny dan Nelson yg menginap. Jenny pun menyuruhku istirahat dan aku bertanya jam berapa aku harus bangun besok? Jenny bilang bangun aja jam 8 pagi berhubung malam ini pesta tidurnya larut malam jam 2 pagi waktu itu, namun aku tidak merasa capek karena terlalu bahagia dg semua ini, orang-orangnya yg ramah baik dan friendly…membuat aku semangat. Keesokannya aku bangun jam 7 pagi krn sudah tak bisa tidur lagi pagi itu aku sungguh semangat bekerja. Pelan-pelan aku turun ke lantai 1 (kamarku di lantai paling atas lantai 4) di lantai 1 masih sepi belum ada yg bangun kayaknya, aku tak tau mesti ngapain jadi aku bikin kopi dan duduk di beranda belakang.

“Morning Siti” tiba-tiba carol muncul.

“morning” kataku sambil tersenyum.

“sleep good?” tanya carol.

“yea”jawabku singkat.

“oke i leave you alone, i have to go back to my apartment”

“oh oke” kataku.

aku liat Carol berlalu dg mobilnya, dan setelah minum kopi aku pun ambil sapu dan cikrak dan aku mulai menyapu halaman depan tiba-tiba…

“ssssttt…psssttt…ssssttt” aku mendengar suara seseorang bersuara seolah memanggilku, aku lihat kiri dan kanan, ternyata di belakang tembok di belakangku cuma keliatan kepalanya doang.

“sssssstttt….aku putri, kamu siapa?” tanya seseorang itu padaku kayaknya tkw indonesia jg. “aku siti mbak” jawabku. “bosmu udah bangun?” “belum mbak, mangnya kenapa? ini aku bangun kepagian belum ada yg bangun jd nyapu-nyapu aja” “kalo bosmu bangun ya kita g bisa ngomong, krn pasti kamu ntar di marahin ma bosmu, dulu tkw yg sebelum kamu dia gak betah katanya bosmu jahat” “hah?! masa sih mbak? kok ke aku baik banget” “alah itu mah karena kamu masih baru, coba aja ntar kalo udah lama pasti kamu di marah-marahin tau”. “moga aja nggak mbak, ya udah aku nyapu dulu ya mbak” kataku sambil berlalu.Mendengar cerita dari mbak putri aku jadi takut yg katanya bosku jutex lah jahatlah, tapi kok ya aku merasa bosku baik banget kok.

Aku bersih-bersih meja di dapur, dan Jenny muncul dg tersenyum padaku,

“come here, sit here” kata jenny, akupun nurut aja.

“here the time table for you” jenny menyodorkan jadwal kerjaku, aku perhatikan dg seksama, pagi bangun jam 6, cuci mobil, nyapu halaman, siram bunga-bunga, baru beresin lantai 1, nyapu ngepel dan cuci kamar mandi lantai 1. kemudian beres2 kamar bos di lantai 2, kemudian kamar Ryan lantai 3, seminggu sekali lap jendela kaca, seminggu sekali ganti sprei dll.

“this just time table for you but when you use to it you can adjust your own time, as long you keep all clean” kata Jenny.

“how about cooking?” tanyaku

“don’t bother, you no need to cook we buy food outside, i don’t know how to cookm Nelson home late and Ryan also”

Aku pun mulai melakukan pekerjaanku sesuai jadwal. Dan jam makan siang jenny bertanya

“Siti i am going to buy fried rice, do you want some or you want to eat left over in the fridge?”

Aku cek kulkas, masih ada nasi briyani, ayam KFC, dan ayam bbq sisa semalam,

“well i will eat the left over then, thank you” jawabku

Yah begitulah suasana baru yg aku jalani sebagai TKW di Singapura, bosku baik kerjaanku tak ada masalah lama-kelamaan aku terbiasa melakukan semua tanpa melihat jadwal, bosku tidak pernah komplin mereka suka kerjaku. Dan aku sering ngobrol dg mbak putri dan jg Lisa tetangga sebelah Tkw pilipina dan jessy tetangga sebelah jg tkw srilanka. Jenny dan Nelson tidak melarangku berteman dan ngobrol dg mereka asal kerjaanku beres.

Satu bulan, dua bulan…enam bulan… waktu berlalu aku selesai masa potong gaji dan saatnya aku menerima gaji full,

“Siti what you want to do with your salary?”

“send home please help me” kataku

“all of it?” tanya Jenny

“yes please, it to pay my parent debt and pay my sibling school”

“but you need to keep some money yourself you know, a half for you a half for your family?”

“no, please send all of it to my parent please they need money” kataku

“hhmmm…Indonesian always like that, well its nice to help your family but i tell you again u need to save some for yourself”

“yes i will when my parent debt paid and my sibling finish school”

“alrite siti, i will send for you then”

aku berikan nomer rekening bapakku, dan setelah kirim uang aku nelpon keluargaku sungguh bahagia hati ini bisa bantu keluargaku. Setiap bulan gajian selalu aku kirim semua ke keluargaku dan Jenny selalu mengingatkan aku untuk sisain duit sedikit untuk diriku sendiri, tapi aku selalu kirim semuanya.

Setahun berlalu, dua tahun berlalu, visaku dan work permitku di perpanjang krn aku tidak mau pulang berhubung 2 adikku masih sekolah masih terus perlu biaya. Pasporku waktu itu untuk 5tahun jadi tinggal perpanjang kontrak saja, aku pun tak ambil cuti selama 4 tahun bekerja di keluarga Jenny dan Nelson.

4 tahun 8 bulan…Hal yg tak di inginkan terjadi, Nelson suami bosku meninggal dunia karena serangan jantung mendadak bisnisnya bankrut dan Jenny mau balik ke Amerika Ryan pun sedang kuliah di amerika, jadi mau tak mau aku harus pulang karna pasporpun perlu di perpanjang…Hampir 5 tahun aku bekerja di keluarga ini tanpa masalah sama sekali orang-orang yg baik sungguh pedih rasanya aku harus kehilangan pekerjaanku yg mana dua adikku masih sekolah di SMA kelas 3 hampir lulusan dan butuh uang untuk melanjutkan sekolah adik-adikku ke jenjang yg lebih tinggi lagi, namun apa boleh buat aku harus pulang dulu…

bersambung…

Advertisements

3 thoughts on “TKW jadi bini BULE

  1. Halo Mbak Ima, salam kenal dan makasih sudah berkunjung ke blogku ya. Saya setuju dengan Jenny, para TKW itu banyak sekali yang gak memikirkan dirinya sendiri dan mengirimkan semua uangnya ke Indonesia. Padahal, mereka seharusnya memikirkan dirinya juga.

    Liked by 1 person

    1. Ini bnran asli mbak cerita aku sendiri wkt di singapor dulu…bosku selain baik n ramah dia perhatian dan peduli bngt ma aq dia kasih kursus bhs inggris tiap sabtu ke aku yg g aku tulis dlm cerita…

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s