Tak ada yg ABADI , semua hanya Titipan .

TAK ADA YG ABADI, SEMUA HANYA TITIPAN…
Tulisan ini sekedar coretan hatiku belaka . 

Berawal sejak tahun 2010 ketika laki-laki yg paling aku cintai di dunia ini ( almarhum ayahku ) berpulang ke sisiNYA .

Waktu itu aku berada di negeri Formosa , Taiwan . Bulan agustus tahun 2010 pas Ramadhan pas sore hari sebelum malam nuzulul-qur’an… .

Sore itu setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah yg menjadi tugasku, paginya bos berangkat liburan ke Jepang . Jadi aku sendirian di rumah . Aku mandi dan shalat ashar kemudian ketika aku berdzikir tak terasa aku terlelap ! Dan bermimpi…

Dalam mimpi itu ayah tiduran di pangkuan mbakku dan ayah berkata padaku ” ndok suapin ayah dong, ayah lapar ” . Seketika aku terbangun kaget ! Aku lihat jam beker di meja samping ranjang menunjukkan jam 3:30 waktu Taipei . Ayah memang baru keluar dari Rumah sakit rawat inap kemaren sore karena memang sudah lama ayah sakit keras. Dg gugup dan was was aku pun menelpon nomer mbakku dan…

assalamualaikum…mbak ” , sapaku . ” waalaikum salam dek, neh ngomong sama ayah, kamu harus siap dek. Kayaknya ayah udah gak lama lagi…” terang mbakku padaku yg aku pahami sekali apa msksudnya. Hape pun kemudian ditempelkan ke telinga ayah , sambil mbakku berkata pada ayah ” yah, ini ima ” .

Akupun langsung memberi salam pada ayah ” assalammualaikum yah ” sambil ku menahan tangis dan sesak di dadaku. ” waalaikum salam ndok ima…kamu sehat ? ” aku tak bisa bersuara lagi…menahan sesak di dada aku hanya bisa mengangguk pilu walau aku tau ayah tak melihatku hanya mendengar suaraku di telpon. ” ndok…jangan bersedih…senantiasa bersyukurlah pada Allah SWT, betapa besar nikmat yg telah dikaruniakanNYA pada kita semua ” ayah berkata terbata-bata ” rukunlah sama sodara-sodaramu, saling mengasihilah kalian…” lanjut ayah sambil makin terbata-bata ” jaga ibumu, jangan saling menyalahkan atas apapun yg telah terjadi, belajar iklas nak…krn tak ada yg abadi…semua tercipta untuk kembali padaNYA” dadaku makin sesak mendengar ceramah ayah ” sabar…iklas ya nak…banyak bersyukur dan rukun dg sodara-sodaramu…ingatlah bahwa apapun itu, semuanya akan kembali pada ilahi nak…tak ada yg abadi…” lanjut ayah yg semakin terbata-bata…

Hape pun di ambil kakak iparku berhubung mbakku lagi menangis ” wes im…kayaknya waktunya bapak pulang…kamu yg sabar ya ” dan aku berkata ” iyo mas…tolong jangan matikan hape nya…walau aku tak bisa melihat paling nggak aku bisa mendengar … ” kakak iparku pun mengerti dan tidak mematikan hapenya.

aku mendengar tangisan mbakku , ponakanku, adik perempuanku, sodara-sodara ayahku , suara tangisan mereka berupa suara-suara bacaan ayat-ayat yasin yg mereka lantunkan untuk mengiringi perjalanan terakhir kepulangan ayahku kembali ke sisiNYA…

Aku mendengar suara tangisan ibuku sambil melantunkan dua kalimat syahadat…dan berulang-ulang ibu melantunkan kalimat “ ya Allah bihaa ya Allah bihaa, ya Allah bi khusnul khotimah…ya Allah bi khusnul khotimah…” sungguh indah lantunan-lantunan kalam suci yg mengiringi perjalanan ayahku berpulang kembali ke sisiNYA…

” kaaakeeek…aaaaaaaa….” aku mendengar suara tangisan keponakanku *cucu pertama ayahku yg paling dia sayang* dan dg ledakan tangisannya aku tau…ayahku telah berpulang kembali ke sisiNYA.

ayah udah gak ada im…” terang kakak iparku di telpon. Tanpa menjawab lagi aku spontan menekan tombol merah di hapeku memutuskan koneksi percakapan.

Aku merasa dunia ini sudah berakhir…sakit…sesak dadaku dan aku merasa tak sanggup…tak sanggup menerima kenyataan ayahku meninggal di saat aku berada jauh darinya…sejak 10 tahun terakhir aku hanya jumpa ayah 1 kali ! Di tahun 2004 ! Selebihnya dari tahun 2000-2010 aku tidak pernah bertemu ayah ๐Ÿ˜ฅ berhubung aku harus kerja menafkahi keluarga…bayarin perobatan ayah yg memang sudah lama sakit-sakitan…bayarin kuliah dua adikku…nambahin biaya operasi mbakku…dari itu lah aku tak bisa pulang bertemu ayah…karena aku butuh uang untuk biaya keluargaku ๐Ÿ˜ฅ #maaf curhat. tapi memang begitulah faktanya…orang lain hanya yg tidak tau kenyataannya hanya bisa mencibir…*kok tega banget gak pulang-pulang bahkan sampai ayahnya mrninggal* #maaf curhat lagi. Tapi ya sudahlah terserah orang mau bilang apa….

back to the point “tak ada yg abadi, semua hanya titipan”

yup…sejak kepergian almarhum ayahku…aku selalu ingat pesan terakhir ayah …

 ” sabar…iklas ya nak…banyak bersyukur dan rukun dg sodara-sodaramu…ingatlah bahwa apapun itu, semuanya akan kembali pada ilahi nak…tak ada yg abadi…”
Kata-kata di atas menjadi motivasiku untuk melanjutkan hidupku…

Setiap hari aku menangisi kepergian ayah…sebelum tidur…lagi di bis teringat ayah yg biasanya bawa aku naik bis…teringat hal itu akupun menangis di bis…waktu di kereta teringat ayah sering membawaku bepergian naik kereta aku pun menangis di kereta…melihat bapak-bapak sebaya ayah…akupun menangis…menangis dan menangis…pilu…sepilu-pilunya…namun apa dayaku… *loh kok jadi nyanyi 😅

Yup aku tak mau terus bersedih…karena aku tau banget hal yg paling menyedihkan ayah bila melihatku bersedih…kata-kata terakhir ayahku selalu terngiang di telingaku…sabar…iklas…bersyukur…rukun…tak ada yg abadi… hmmm..

Aku harus bersabar dan iklas dan bersyukur menjaga silaturrohmi krn tak ada yg abadi…yah susah sekali untuk iklas itu…tp dg bersyukur dan sabar dan sadar bahwa tak ada yg abadi ya akhirnya iklas itu pelan-pelan datang dg sendirinya…jangan di tanya berapa lama si Iklas ini datang padaku sejak kepergian almarhum ayahku. Seingatku tahun 2014 sejak kepergian almarhum ayah di tahun 2010 barulah si iklas ini datang di hatiku yg membuatku begitu damai…alhamdulillah. 

sejak iklas itu datang…aku sangat bahagia dan merasa begitu damai…dan dg pesan terakhir almarhum ayahku mengatakan tak ada yg abadi… aku tidak lagi tertarik dg duniawi…barang bermerk…baju mahal…emas dan berlian…rumah mewah dan mobil mewah…no no no…aku sudah tidak lagi tertarik dg semua itu karena semua itu tidak pernah akan abadi…aku sangat bersyukur Allah mengaruniakan rizki Nya yg cukup untukku…tidak kepanasan saat terik…tidak kebasahan saat hujan…tidak kedinginan saat dingin…ada makanan saat aku lapar…ada minuman saat aku haus…ada rejeki saat aku ingin menyantuni ibuku… ada rejeki lebih sehingga aku bisa bersedekah … Alhamdulillah.

NB pesan moral dari kisahku di atas :

Ea tak ada yg abadi…itu pasti…semuanya pasti akan kembali pada ilahi…jadi untuk apa berlomba-lomba memelihara gengsi…ingin ini dan itu…ingin lebih wow dari yg lain…lebih baik carilah kebahagiaan dalam kedamaian hati yg senantiasa bersyukur…cintai orang-orang yg kamu sayangi tapi janganlah kau merasa berhak atas orang/benda tersebut selamanya…karena apapun yg saat ini kamu miliki sebenarnya hanyalah titipan…suatu saat nanti sooner or later sang Maha Pencipta akan mengambilnya kembali…bahkan dirimu dan hidupmu pun akan diambilNYA kembali…

Sekian coretan hatiku hari ini…

ingatlah bahwa…sabar, iklas, dan bersyukur adalah kunci kebahagiaan yg damai…

Advertisements

11 thoughts on “Tak ada yg ABADI , semua hanya Titipan .

  1. Tulisan yang bagus, Ima. Aku ya sama aja, nonton TV nangis, ngelamun nangis, naik kendaraan nangis, masak nangis hehe. Apalagi aku dikasi jeda ”cuma” 5 bulan dari kehilangan ibu sampai kehilangan ayah. Pesan suamiku cuma satu, jangan karena nangisin yang udah bahagia di tempat abadi bikin kamu lupa sama yang masih hidup. Menangis ga akan membantu mereka. Yah pelan2 ya Ima, sampai ikhlas itu datang sendiri. Mari jadikan pengalaman ini untuk membuat kita lebih baik ke depannya

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s