TKW jadi bini BULE

Bagian 5

sambungan dari TKW jadi bini Bule bagian 5

“Halo Siti”

“Hi Nando udah sampai apartment?”

“Iya udah, just wanna tell you that i care for you”

“Hmm, i know”

“Ah oke, be good ya tomorrow. Aku akan coba nyari waktu paling nggak besok malam aku ke tempat kerjamu ya pas jam makan malam”.

“Oke” jawabku sambil menguap ngantuk.

“Ya udah bobok gieh…nite nite” Nando mengakhiri percakapan di telpon. Sementara aku terlalu mengantuk sekedar untuk menjawab good nite.

Aku terbangun ketika sinar matahari begitu terang masuk ke ruangan kamarku lewat jendela kaca yang sepertinya aku lupa menutup kelambunya semalam. Aku menggeliat dan membaca doa sebangun tidur, ku lihat jam beker di meja samping ranjangku menunjukkan waktu jam 09:00 am ! “Wahhhh…aku kesiangan!” Jeritku. Iya kesiangan tapi bukan kesiangan untuk bekerja, karena sejak aku jadi suster jaga baby di klinik boss ku aku dapat shiff sore jam 4 sampai jam 12 malam. Aku kesiangan karena janji mau nemenin Freddie temannya Nando! OMG ku raih hapeku untuk ngecek mungkin ada sms atau miscall? Dan ternyata hapeku modyaarrrrr! Mati! Baterainya habis ! “Sial sial sial” aku memaki diriku sendiri yg ceroboh tidak ngecharge hapeku semalam. “Nah kalau begini gimana aku bisa menghubungi Freddie / Nando?” 

Tok tok tok… ku dengar seseorang mengetuk pintu kamarku. “Pasti si boss” pikirku. “Iya bentar nyonya” teriakku sambil berjalan menuju pintu.

“Amei a…kau baik baik saja?” Tanya bossku.

“Aku kesiangan bu boss…kan rencananya pagi ini aku jemput Freddie teman Nando” kataku dari balik pintu.

“Amei a…aku boleh masuk kamarmu ya?”

“Iya masuk dah bu boss. Mang ada apa? Shiff ku masih sama kan?

“Bukan soal kerjaan ini”

“Trus?”

“Fledi…siapa tadi nama temannta Nando?”

“Freddie nyonya, mang kenapa?”

“Dia ada di sini!”

“Hah?!”

“Nyonya bercanda!”

“Serius!”

“Sama Nando?”

“Sendirian”

“Oh ya? Kok bisa?” Tanyaku penasaran.

“Tadi jam 7 Nando telpon aku katanya kalo boleh Freddie mau jemput kamu ke sini. Katanya kalian mau jalan-jalan?”

“Iya kok bisa dia ke sini? Naik taxi?”

“Nggak, Freddie nyewa mobil sekalian dg supirnya. Trus karna aku ngijinin Freddie ke sini ya Nando ngasih alamat sini ke Freddie.”

“Udah lama dia di sini bu boss?” Tanyaku lagi sambil menguap dan ngucek-ngucek mata.

“Sekitar 30 menitan”

“Wah? Berarti aku masih tidur dong bu boss? Kok aku gak dibangunin sih nya?”

“Iya kan sama Freddie gak boleh kok, katanya gak apa-apa dia gak keberatan nunggu kamu bangun”

“Makasih nyonya…kau bu boss terbaik sedunia dan aku tkw yg paling beruntung setaiwan ini” kataku sambil merangkul bossku yg lebih seperti ibuku dibandingkan bossku.

“Ya udah mandi sana trus dandan yg cantik, Freddie ganteng ya lebih ganteng dari Nando” bu boss berkata sambil mengerlingkan sebelah matanya menggodaku.

“Ah…bu boss jangan mulai deh. Aku gak nyari jodoh…aku masih sakit hati bu boss!”

“Sampai kapan? Sakit hati sama pacar facebookmu itu? Laki-laki tak punya harga diri!” Gerutu bossku.

“Ah udah ah aku mandi dulu nyonya”

“Oke” jawab bossku sembari meninggalkan kamarku. “Yang cantik ya dandanya” sambungnya yg bikin aku gemezzz!

Aku mulai mencopoti pijamaku sembaru nyalain air hangat di shower. Aku tersenyum sambil berkaca di cermin dan berkata dalam hati “terima kasih tuhan” kenapa? Karena aku benar-benar beruntung dan selalu beruntung selama bekerja di luar negeri selalu dipertemukan dg orang-orang yang baik. Aku selalu dapat kamar pribadi lengkap dg kamar mandi dalam (tersedia air hangat dan dingin di shower) tinggal purar kran ke kiru atau ke kanan saja, plus ada tivi dalam kamar juga. Di rumahku di kampung kamar mandi di luar rumah, mau air panas ya ngerebus pake kompor minyak lagi! Tivi hanya ada di ruang tamu dan seringnya rebutan remot dg saudaraku hahaha. “Ah cukup ngayalnya, air di shower udah panas” kataku pada diri sendiri sambil nabok jidad sendiri hehe.

“Good morning Fredd, sorry keep you waiting”

“Not at all Siti. I am the one who sorry becouse of me you have to get up early. While you suppose to work in the evening later”.

“Gak apa-apa Fred, anyway aku dah siap”

“Oh iya aku bawa supir karena aku gak mau nanti kamu kecapean dan telat masuk kerja. Kenalkan Ang siensen”

“Hai Ang siensen apa kabar?”

“Baik sangat baik dan siap mengantar mister Freddie dan Nona Siti ke tujuan. Ngomong-ngomong mau kemana nona?”

“Bisa antar ke Yamai Taichung ?”

“Yamai Taichung? Siap…Nona”

“Laopan nyang ” (nyonya dalam bahasa mandarin) teriakku pada bossku yang gak keliatan di ruang tamu.

“Eh Amei udahan mandinya? Udah mau berangkat?” Tanya bossku sambil menyodorkan hongpao (amplop merah berisi uang).

“Ah boss, aku gak bisa nerima uang ini. Uang apa coba? Aku kan udah dapat gaji bulanan. Plus boss udah baik banget sama aku itu udah lebih dari cukup boss. Jangan ngasih-ngasih uang gini deh aku kan jadi sungkan”

“Udaaah ambil aja, aku juga bersyukur kamu mau kerja walau diposisikan dengan shiff sore sampe tengah malam. Kamu tau sendiri berminggu-minggu lamanya aku nunggu orang yg mau kerja dg shiff itu, gak dapet-dapet kan. Anggap aja ini uang jajan mingguanmu”.

“Ya kan aku udah dapat makan gratis pula plus boss juga udah berbaik hati memperbolehkan aku bergaul dan mengijinkan teman-temanku datang ke sini.” Jawabku sambil terus mendorong amplop merah itu.

“Oke, bye, see you later. Udah pergi sana.” Bossku mendorongku ke ruang tamu serta menaruh amplop merah itu dalam tasku.

“See you laopan nyang (nyonya dlm bahasa mandarin)” jawabku pasrah.

Kami-pun menuju YAMAI Taichung, tempat pariwisata  dengan settingan ala-ala kampung coboy, ada yg ala-ala indiahe aladin dan ada kebun binatangnya juga. Kami makan siang di restaurant indiahe di Yamai. Jam 3 sore kami kembali ke Taipei karena aku harus kerja pas jam 4 sore. Freddie mengantarku sampai ke apartment bossku.

“Laopan nyang aku pulang” teriakku. “Neh aku beliin niurow mien (mie sapi)” kataku lagi.

“Have fun? Duh repot-repot banget kamu. Makasih ya.”

“So fun, apalagi cuaca hari ini cukup terik.”

“Lha Freddie mana?”

“Udah pulang bu boss, aku bilang aku capek mau rehat bentar trus siap2 kerja.”

“Ah kamu ini gak menghargai suaike (cowok ganteng dalam bahasa mandarin)”

“Udah ah boss jangan mulai deh, mending bu boss maem mie-nya. Aku mau mandi dan siap-siap bertugas.” Sambil ku beranjak menuju kamarku.

“Ah dasar nih anak gak bisa di bilangin” gerutu bossku.

Aku mandi dg air dingin dan badan ini berasa segar kembali. Jam 4 sore pun saatnya aku mulai bertugas menjaga 8 bayi.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s